Minggu, 11 Maret 2012

SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN, HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS

Diposting oleh INSYYYYY di 18.56
diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar, namun manajer PT A**** K**** ( B**** grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya. Hakim Marzuki menghela nafas, dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, "maafkan saya" , katanya sambil memandang nenek itu, "saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa Penuntut Umum". Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin. " Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kpd tiap orang yang hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorg kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya, saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa ."

Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termasuk uang 50rb yang dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yang tersipu malu karena telah menuntutnya. Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain untuk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki yg berhati mulia. silahkan di Bagikan atau share kepada teman teman anda

4 komentar:

Koko Sonson mengatakan...

Ada yg bilang :
"hukum di Indonesia itu bagaikan BAMBU RUNCING . Tumpul keatas , Tajam kebawah"

berita seperti ini banyak yg diumpetin , entah karna memang tak ada yg meliput , atau memang sengaja diumpetin untuk menutupi aib suatu pihak , atau tak ingin kebaikan seseorang dipublikasikan ??
(asikdah , tumben bahasa gue politis banget , hahaha)

INSYYYYY mengatakan...

tumpul ke atas tajam ke bawah maksudnya gimana?

Koko Sonson mengatakan...

"Tumpul keatas"
Pejabat , Petinggi , Dewan , Komandan , Orang2 kaya yg punya posisi tinggi / harta yg banyak , bisa lepas dari hukum dunia , bisa membuat skenario seenak mereka , mengatur pengadilan biar mereka bisa terlepas dari jeratan hukum yg udah jelas harusnya mereka terima

"Tajam kebawah"
orang2 miskin , rakyat jelata , rakyat sipil , kalangan bawah , kalo salah dikkiiitt aja langsung dihukum . Mereka kalah sama penuntut yg punya banyak duit


di Indonesia tuh :
yg korupsi gede-gedean masih bisa berkeliaran ,
tapi yg cuma ngambil singkong dikit bisa langsung masuk tahanan

kenapa ya ?

INSYYYYY mengatakan...

oh ya, mungkin karena di Indonesia ini belum banyak orang yang beriman, mereka hanya mementingkan kesenangan didunia aja, sedangkan pengadilan akhirat itu benar benar teliti, astaghfirullah

Posting Komentar

My Pet

Feed them by clicking the surface of the water

TWITTER

CHAT-BOX

 

My Diary Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting