Kamis, 20 Oktober 2011

Nothing Gonna Change My Love for You

Diposting oleh INSYYYYY di 21.22
Sore itu terlihat sangat mendung, matahari pun sepertinya sangat enggan untuk memancarkan sinarnya. melihat suasana yang seperti itu, murid murid SMA Pelita Harapan bergegas untuk segera pulang ke rumah agar tidak kehujanan di jalan. tetapi berbeda dengan mita, saat murid murid yang lain lari terbirit birit, ia justru berjalan dengan santainya seperti tidak mempunyai tenaga sama sekali. heran melihat keadaan sahabatnya yang seperti itu, karin segera menghampiri dan bertanya " Mit, lo lagi sakit? mau pulang bareng ngga?", namun mita hanya menggeleng tanpa menoleh sedikitpun ke arah karin. mengetahui jawaban mita yang seperti itu, karin dengan entengnya berjalan mendahului mita, bukannya karin sahabat yang tidak baik, tetapi karena memang karin sudah tahu betul bagaimana watak sahabat yang sudah enam tahun bersamanya itu.

Sesampainya ditempat parkir, mita segera menyalakan sepeda motornya, tak pernah terlintas sedikitpun dibenak mita bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada dirinya. tetapi nasib berkata lain, sepeda motor yang dikendarai mita tiba tiba saja bannya bocor. mita berhenti dan memandangi motor kesayangannya itu, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, dia sudah tidak mempunyai uang sama sekali untuk membawa motor itu ke bengkel, terlebih lagi jaraknya pun masih terlampau jauh, telfon genggamnya juga mati karena baterainya habis.

Jalanan pada hari itu benar benar sangat sepi dan cuacanya juga sangat mendung. mita sudah kehabisan akal, ia hanya bisa duduk termenung sambil meratapi nasibnya yang begitu malang. tak lama setelah itu, mita seperti mendengar suara motor yang berhenti tepat disampingnya, " Motornya kenapa? " tanya seorang pria yang mengendarai yamaha vixion putih dan mengenakan jaket kulit berwarna hitam. mita tidak bisa mengenali sosok pria tersebut karena pria itu tidak membuka helmnya. kemudian pria itu bertanya lagi sambil membuka kaca helmnya " Motornya kenapa? ada yang bisa dibantu? ", dengan masih sedikit agak bingung, mita akhirnya memberitahu pria itu bahwa ban motornya bocor. akhirnya pria tersebut membantu membawa motor mita sampai ke bengkel dan meminjamkan telfon genggamnya. tetapi, belum sempat mita berterima kasih dan bertanya namanya, pria itu sudah pergi dan berlalu bersama rintik hujan yang mulai turun.

***

Keesokan paginya disekolah, seperti biasa, mita tampak datar tak berekspresi, entah sejak kapan mita tak seceria dulu lagi, mungkin dia terlalu stres dengan kehidupan sebagai seorang siswi kelas 3 SMA yang disandangnya sekarang. tetapi sangat berbeda dengan karin, dia nampaknya tetap ceria seperti sejak dulu mita mulai mengenalnya. " Mit, dideket sekolah ada tempat tongkrongan baru tuh, pokonya nanti sepulang sekolah kita harus kesana! ", paksa karin dengan semangat 45. " Males ah gue capek ", jawab mita dengan sekenanya saja, karena memang mita itu orangnya sangat cuek. tetapi karin tak putus asa begitu saja, ia tetap memaksa mita untuk menemaninya sambil merajuk rajuk. tak tahan melihat tingkah laku sahabatnya yang seperti anak kecil minta dibelikan permen itu, akhirnya dengan sangat amat terpaksa mita menerima ajakan tersebut.

Sesampainya ditempat yang dimaksud itu karin benar benar terlihat seperti bocah berumur lima tahun yang baru saja dibelikan mainan oleh ayahnya. " Mit, asik juga ya kafenya, gue denger diatas ada salon loh ", ujar karin. namun seperti biasa, mita hanya terdiam tanpa sepatah kata pun dan tanpa ekspresi apapun. akhirnya mereka berdua memilih tempat dipojok belakang kafe tersebut, desain minimalis dengan cat hijau yang dimiliki kafe itu memang sangat membuat para pelanggan merasa sejuk. tak lama kemudian, datanglah seorang pria dengan tinggi sekitar 185 cm dan berkulit putih menghampiri mereka, " Mau pesan apa? " tanya pria itu. mendengar suara pria asing tadi, mita langsung teringat sesuatu, lalu dengan cepat dia mengalihkan pandangan ke arah pria itu dan pria itu menyunggingkan sebuah senyum kepada mita. seketika itu pula mita menjadi diam seribu bahasa, bukan karena dia terpesona dengan senyuman pria itu, tetapi suaranya, matanya, sepertinya mita sudah tidak asing lagi dengan semua hal itu. melihat tingkahlaku temannya yang aneh itu, karin jadi ikutan bertanya tanya dan segera menyenggol tangan mita sambil berbisik menanyakan apa yang terjadi. setelah tersadar dari lamunannya itu, mita segera bertanya kepada pria tadi, " Emm..maaf, apa sebelumnya kita pernah bertemu? ". tanpa menjawab pertanyaan mita barusan, pria itu malah tertawa. karena masih penasaran, mita mengulang kembali pertanyaannya, dan akhirnya pria itu menjawab " Tentu saja, apa kamu lupa kejadian kemarin?"
" kemarin? apakah kamu...", mita tampak ragu untuk melanjutkan perkataannya
" Ya, benar, pria dengan vixion putih, kamu lihat itu? " jelas pria itu sambil menunjuk ke arah motor yang terparkir diluar. saat itu juga mita menyesali keadaan dirinya yang terlalu cuek, bagaimana bisa ia begitu bodohnya tidak menyadari hal itu, sekarang dia benar benar malu. untuk menutupi rasa malu tersebut, ia pun segera mengalihkan pembicaraan "oh iya,eh maaf kemaren belum sempet ngucapin makasih, abisnya lo keburu kabur duluan sih, gue mita, nama lo siapa? eh lo kerja disini?"
" haha iya ngga apa apa kok, santai aja lagi. toko ini? engga, ini toko punya bokap gue, berhubung gue hari ini  sekolah gue libur,jadi gue bantu bantu disini deh, nama gue rangga".

setelah perbincangan itu, rangga dan mita pun tampak semakin akrab. sementara karin masih kebingungan dengan kejadian yang dilihatnya barusan. karin sempat marah kepada mita lantaran sebelumnya mita tidak menceritakan kejadian yang dialaminya kemarin, tetapi karin kembali ceria setelah mita menceritakan semuanya. sebenarnya itu bukan kali pertama rangga dan mita bertemu. dulu, delapan tahun silam, saat mereka masih sama sama kelas 4 SD di Bandung, mereka pernah bertemu. saat itu rangga sedang diganggu oleh teman temannya yang nakal, kebetulan sekali pada saat yang bersamaan mita juga melewati jalan yang sama, dan akhirnya mita menolong rangga dengan cara cerdiknya. rangga masih sangat ingat dengan kejadian tersebut dan sejak saat itu rangga pun berjanji kepada dirinya sendiri bahwa kelakjika ia besar nanti, dia akan selalu menjaga mita, tetapi sepertinya mita sudah tidak ingat lagi, namun sekarang takdir berkata lain. memang, sewaktu kecil mita terkenal sebagai anak yangtomboy dan banyak akal, sementara rangga sendiri anak yang cupu dan polos.
***
Tiga tahun sudah berlalu, perasaan yang sejak sebelas tahun silam dipupuk oleh Rangga, kini semua perasaan itu telah berubah menjadi rasa cinta, rasa ingin bersama, dan rasa tak mau kehilangan. hari ini adalah hari ulang tahun mita, tentunya Rangga sudah mempersiapkan segalanya untuk mita, pada hari ini juga Rangga berencana untuk menyatakan perasaan yang dipendamnya selama ini kepada mita. Rangga mengajak mita janjian ditempat yang sudah ia rencanakan sekitar jam tujuh malam, namun hingga jam sembilan mita masih belum menampakkan batang hidungnya. Rangga yang sangat khawatir dengan keadaan mita, akhirnya menghubungi mita lagi, dan ternyata mita tidak bisa datang karena ia sedang kerepotan dengan tugas tugas kuliahnya. Mengetahui keadaan mita yang seperti itu, Rangga sangat panik dan bergegas ke rumah mita, ia tak mau melihat wanita yang sangat dicintainya itu dalam kesusahan.

Satu jam setelah mita menerima telfon dari Rangga, dia mendapat telfon dari karin yang mengabarkan bahwa Rangga kecelakaan. Dengan segera mita menuju ke rumah sakit yang dimaksud, tapi yang hanya bisa ditemui oleh mita hanyalah karin yang sedang menangis terisak, lalu mita menghampiri karin dan menanyakan yang terjadi, " asal lo tau mit, Rangga tuh kecelakaan karena lo! saat dia tau lo lagi butuh bantuan, dia buru buru pergi ke rumah lo, tapi apa yang terjadi? dia malah kecelakaan! ditabrak truk! kakinya patah dan keadaan dia bener bener parah! ". Mita yang sangat kaget mendengar berita itu, hanya bisa terdiam terpaku, lalu karin melanjutkan perkataannya lagi diiringi dengan isak tangis yang semakin menjadi jadi " coba aja lo tau mit, Rangga tuh udah nyiapin semuanya buat lo, buat ulang tahun lo hari ini! bahkan udah dari sebulan yang lalu mit, cuma buat lo! dia ngerelain segala waktunya buat lo, kerja paruh waktu untuk ngedapetin uang yang bener bener hasil jerih payahnya sendiri buat lo mit, tapi apa yang dia dapet? cuma tanggepan cuek dari lo! cuek boleh mit, tapi jangan kebangetan, hargain perasaan orang! ", tegas karin sebelum berlalu meninggalkan mita. Mita sangat menyesal dengan apa yang baru ia ketahui barusan, sekarang dia sudah tidak bisa lagi bertemu dengan Rangga karena pihak rumah sakit tidak mengizinkan, dan kabarnya Rangga akan dibawa ke negeri paman sam untuk menjalani perawatan yang lebih intensif.
***
Lima tahun sudah berlalu, tetapi sampai detik ini mita juga belum mengetahui bagaimana keadaan Rangga. Hari ini mita ada janji dengan karin disebuah kafe, karena katanya karin mengetahui dimana keberadaan Rangga sekarang. Tak lama kemudian orang yang ditunggu pun datang, tanpa basa basi mita langsung menanyakan yang ingin ia ketahui, " Iya mit, Rangga emang udah ada di Indonesia, tapi dia masih belum sanggup untuk nemuin lo lagi, maaf mit gue ngga bisa ngasih tau lebih banyak lagi, gue juga masih banyak kerjaan", jelas karin lalu pergi meninggalkan mita. Padahal mita belum sempat berbagi rasa kangen dengan sahabatnya itu, tetapi karin sudah pergi begitu saja. sejak kejadian itu sikap karin benar benar berubah drastis terhadap mita, padahal karin kan sahabatnya sendiri, apa segitu keterlaluankah sikap cuek mita? entahlah, hanya karin sendiri dan Tuhan yang mengetahuinya.

Baru selangkah mita melangkahkan kaki keluar dari kafe itu, tiba tiba ia melihat sesosok pria yang sepertinya dia kenal, hanya saja pria itu botak dan menggunakan tongkat karena kakinya picang, tanpa banyak berfikir lagi mita segera menghampirinya, " Rangga! " sergah mita sambil berhenti didepan Rangga, tetapi Rangga hanya kaget dan seperti tidak mengenali mita, lalu Rangga pun berusaha berjalan lagi dengan menggunakan tongkatnya, " Rangga, lo inget gue kan? ini gue mita, Rangga tolong maafin gue, maaf atas segala sikap gue selama ini ke lo, Rangga plis jawab! ", Rangga pun menghentikan langkahnya dan terdiam, "Rangga, plis maafin gue, gue nyesel banget, gue ngga tau kalo kejadiannya bakalan kayak gini", jelas mita sambil menghampiri dan berusaha mengahalangi jalan Rangga, "yaudalah mit, lo fikir gue juga bakalan tau kejadiaannya akan seperti ini? sekarang liat gue, gue cacat! dan lo juga ngga pernah tau kan kalo selama enam belas tahun ini gue nyimpen rasa suka sama lo?", bentak Rangga lalu meninggalkan mita yang mematung dipinggir jalan.
***
Sudah dua tahun berlalu, setelah mita bertemu dengan Rangga dijalan waktu itu, sejak saat itu pun dia tidak pernah lagi bertemu dengan Rangga. Di minggu pagi yang cerah diteras rumahnya, mita sedang menegguk secangkir teh panas saat pak pos mengantarkan surat untuknya. Secarik surat merah jambu tanpa pengirim yang jelas, entahlah mita juga tidak terlalu peduli, lalu dibukanya surat itu dengan perlahan, " Jika kamu ingin menebus kesalahanmu, datanglah ke tempat yang spesial dan dihari yang spesial juga", begitulah kira kira isi surat itu, tiba tiba mita langsung teringat akan Rangga. Setelah itu dia dengan cepat melihat kalender, dan kalau yang dimaksud hari yang spesial itu adalah hari ulang tahunnya, maka hari itu adalah hari ini, lalu mita segera berangkat ke tempat yang waktu itu ingin dikunjungi Rangga bersama dirinya.

Sesampainya disana, mita benar benar terkejut karena tempat itu dipenuhi dengan mawar putih yang membawanya keatas balkon restoran tersebut, rupanya disitu sudah ada pria yang yang menunggunya, yang tak lain adalah Rangga. Belum sempat mita berkata kata, Rangga sudah menyuruhnya untuk melihat kebawah. Mita benar benar terkejut dengan apa yang dilihatnya, disana ada orangtua Mita,orangtua Rangga, dan juga karin yang tersenyum kemudian melambaikan tangan kepadanya, ditambah lagi diatas kolam terhambur ratusan mawar putih yang bertuliskan " I LOVE YOU ", kemudian terdengar suara Rangga,
" Mita, hari ini, dihadapan keluarga dan teman temanmu, aku Rangga Gunawan Saputra ingin bertanya, will you marry me? "
" Tapi aku..."
belum sempat mita meneruskan kata katanya, Rangga sudah memotongnya dan mengeluarkan sebuah cincin
" Yang lalu biarlah berlalu mit, sekarang apa jawabannya? "
" Yes, i will "
seketika itu juga semua yang berada disana bersorak gembira sambil bertepuk tangan ketika Rangga memasangkan cincin ke jari mita. Senyum dan air mata kebahagiaanpun  mewarnai wajah keduanya. Setelah melalui rintangan yang panjang akhirnya cinta mereka bisa dipersatukan oleh sebuah ikatan suci. Kini bagi mereka tak ada yang lebih penting lagi selain arti kebersamaan.

THE END




videokeman mp3
Nothing Gonna Change My Love for You – Westlife Song Lyrics

0 komentar:

Posting Komentar

My Pet

Feed them by clicking the surface of the water

TWITTER

CHAT-BOX

 

My Diary Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting