Mantan Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mengatakan Hari Raya
Idul Fitri 1432 Hijriah jangan hanya dijadikan acara seremonial
saja untuk saling memaafkan, namun harus dijadikan sebagai
momentum para pemimpin untuk introspeksi diri.
Idul Fitri 1432 Hijriah jangan hanya dijadikan acara seremonial
saja untuk saling memaafkan, namun harus dijadikan sebagai
momentum para pemimpin untuk introspeksi diri.
"Para pemimpin harus memperbaiki dan introspeksi diri,
sehingga menjadi pemimpin yang kembali kepada fitrahnya,
yakni pemimpin yang amanah yang melayani masyarakat
dengan baik," jelas Nur Wahid di Jakarta, Jumat (26/8).
sehingga menjadi pemimpin yang kembali kepada fitrahnya,
yakni pemimpin yang amanah yang melayani masyarakat
dengan baik," jelas Nur Wahid di Jakarta, Jumat (26/8).
Menurut dia makna dari Idul Fitri adalah fitrah (kesucian),
sehingga harus bersih dari segala bentuk keburukan dan
dosa yang pernah diperbuat.
sehingga harus bersih dari segala bentuk keburukan dan
dosa yang pernah diperbuat.
"Kita harus jauhkan diri dari perbuatan yang negatif,
di mana saat ini kasus korupsi merajalela
di Indonesia," tegasnya.
di mana saat ini kasus korupsi merajalela
di Indonesia," tegasnya.
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga
menyebutkan para pemimpin juga harus melakukan rekonsiliasi
dengan para pemimpin yang lain, sehingga dapat membangun
Indonesia lebih baik lagi. "Kalau ada kesalahan yang telah lalu,
maka kita harus saling memaafkan," tuturnya.
menyebutkan para pemimpin juga harus melakukan rekonsiliasi
dengan para pemimpin yang lain, sehingga dapat membangun
Indonesia lebih baik lagi. "Kalau ada kesalahan yang telah lalu,
maka kita harus saling memaafkan," tuturnya.
Ketika ditanya apakah Idul Fitri juga menjadi momentum untuk
memperbaiki hubungan antara mantan Presiden Megawati
Soekarnoputri dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
yang kurang harmonis, ia menuturkan kalau makna Idul Fitri tidak
hanya menyangkut beberapa orang saja, tetapi seluruh umat Islam.
memperbaiki hubungan antara mantan Presiden Megawati
Soekarnoputri dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
yang kurang harmonis, ia menuturkan kalau makna Idul Fitri tidak
hanya menyangkut beberapa orang saja, tetapi seluruh umat Islam.
"Kalau hanya beberapa orang saja maka akan menjadi
kontraproduktif," paparnya. Secara sepintas Nur Wahid juga
menggambarkan model kepemimpinan Nabi Muhammad SAW
saat menjadi pemimpin negara, di mana pemimpin merupakan
seorang pengembala yang melayani masyarakatnya dengan baik.
kontraproduktif," paparnya. Secara sepintas Nur Wahid juga
menggambarkan model kepemimpinan Nabi Muhammad SAW
saat menjadi pemimpin negara, di mana pemimpin merupakan
seorang pengembala yang melayani masyarakatnya dengan baik.
"Semua umat beragama yang ada saat itu dilindungi. Mereka pun
bisa hidup damai," pungkasnya.
bisa hidup damai," pungkasnya.


0 komentar:
Posting Komentar